Gua Lawa Imogiri

Posted on July 21, 2012

0


Gua Nagabumi yang sering juga disebut juga Gua Lawa terletak di Dusun Nogosari, Kalurahan Selopamioro, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Propinsi DIY. Untuk menuju lokasi ini dapat ditempuh melalui Jalan Imogiri Timur ke selatan hingga melewati Jembatan Siluk. Dari Jembatan Siluk kendaraan diarahkan ke timur (naik bukit) menuju lokasi Selopamioro serta ikuti jalur menuju kampus Sekolah Polisi Negara (SPN Selopamioro, Imogiri). Jika telah sampai ke pertigaan besar di Dusun Nogosari, ambil jalur ke kanan (jalan kecil-belum beraspal). Ikuti terus jalan ini hingga mentok. Ujung jalan kecil ini berakhir di mulut Gua Nagabumi atau Gua Lawa.

Gua Lawa disebut juga dengan nama Gua Nagasari atau Gua Nagabumi. Gua ini terletak di atas sebuah bukit yang menjadi satu dengan jajaran kaki Bukit Nawungan. Gua ini memiliki arah hadap ke barat daya. Kedalaman gua sekitar 60 meter. Tinggi mulut gua sekitar 7 meter sedangkan lebar mulut gua sekitar 12 meter. Gua ini memiliki pintu kayu yang menutupi seluruh mulut gua. Untuk dapat memasuki gua orang pun harus menemui juru kunci setempat.

Di dalam gua telah dibangun lantai berbentuk persegi dengan ukuran sekitar 5 x 5 meter. Lantai ini digunakan untuk tempat istirahat pengunjung gua, namun juga sering digunakan untuk tempat semadi para penggemar laku spiritual. Gua ini juga belum dilengkapi dengan penerangan yang memadai dan permanen. Guna keperluan penerangan gua dibutuhkan alat-alat penerangan seperti lampu senter maupun obor.

Pada pagian sisi luar (dekat mulut gua) terdapat seonggok batu karang berbentuk menyerupai punggung penyu. Batu ini berwarna putih dengan diameter sekitar satu meter dan ketebalan hingga puncak sekitar 60 Cm. Oleh orang setempat batu yang teronggok di tengah jalan pintu masuk ini dinamakan Watu Yuyu Kepi.

Batu tersebut dinamakan demikian karena mungkin oleh orang setempat dianggap menyerupai bentuk kepiting. Kepiting dalam logat bahasa Jawa disebut sebagai yuyu. Sedangkan kepi mengandung makna sebagai yuyu yang jinak, yuyu yang memiliki kulit lunak dan bila dipecahkan cangkangnya akan mengeluarkan cairan berwarna putih. Sekalipun demikian, dengan menilik ciri-cirinya tampaknya batu yang disebut sebagai Yuyu Kepi ini dulunya merupakan stalagmit.

Gua ini disebut Gua Lawa karena di dalam gua ini banyak berdiam jenis binatang kelelawar. Kelelawar ini biasa hidup atau tidur bergelantungan di langit-langit gua. Oleh karena banyaknya jenis binatang ini maka banyak pula kotoran kelelawar di lantai gua. Udara di dalam gua ini juga pengap dan berbau sengak amoniak karena kotoran kelelawar ini.

Gua Lawa sering juga disebut Gua Nagabumi. Hal ini didasarakan pada suatu legenda. Ceritanya, pada zaman dulu ketika Panembahan Senapati masih memerintah Kerajaan Mataram tiba-tiba rakyat di bagian selatan kerajaan, yakni di daerah Imogiri dilanda kepanikan. Pasalnya, pada waktu itu ada seekor naga ganas yang sering memakan manusia. Tidak ada orang yang berani atau mampu melawan naga tersebut. Akhirnya rakyat di wilayah itu mengadukan perihal ini kepada Panembahan Senapati.

Senapati kemudian mengutus putranya yang bernama Raden Rangga untuk mengatasi persoalan itu. Raden Rangga kemudian berangkat menuju Imogiri untuk meringkus naga ganas tersebut. Ternyata naga tersebut bersembunyi di dalam sebuah gua yang keletakannya sekarang ini berada di Dusun Nogosari, Selopamioro. Raden Rangga masuk ke dalam gua untuk meringkus naga. Naga tidak tinggal diam. Akhirnya keduanya terlibat perkelahian. Diceritakan bahwa keduanya mati secara bersama-sama. Berdasarkan hal itu gua ini kemudian dinamakan Gua Nagabumi. Naga mengacu pada pengertian makhluk sebangsa ular bertubuh besar dan bumi mengacu pada pengertian bahwa naga tersebut bersembunyi atau tinggal di dalam perut bumi (di dalam gua).

 

Sumber: Tembi

Posted in: Legenda, Wisata