Air Terjun Seribu Batu Cengkehan Imogiri

Posted on July 30, 2012

0


Mendengar air terjun di wilayah Bantul sepertinya akan membuat kita mengerutkan dahi sambil garuk-garuk kepala, karena wilayah Kabupaten Bantul merupakan dataran rendah dengan perbukitan di sebelah barat dan timur yang relatif rendah-rendah saja. Namun sebenarnya daerah Bantul ini memiliki beberapa air terjun unik yang belum banyak dikenal oleh masyarakat Bantul dan sekitarnya.

Salah satu air terjun unik yang pantas untuk dikunjungi adalah air terjun yang berada di Imogiri, tepatnya di dusun Cengkehan, Giriloyo, Wukirsari, Imogiri, Bantul.

Air terjun di dusun Cengkehan ini merupakan sebuah aliran sungai dari atas perbukitan yang alirannya melewati sela-sela batuan cadas raksasa sehingga membentuk sebuah air terjun. Menurut keterangan seorang warga setempat, air terjun ini berasal dari sebuah sumber mata air di atas bukit, walau debit air terjun di pengaruhi faktor cuaca. Karena letaknya berada di antara bebatuan, maka air terjun ini sering disebut “Air Terjun Seribu Batu” oleh warga setempat maupun oleh para pendatang.

Air terjun ini memiliki ketinggian yang relatif pendek sekitar 5 – 6 meter saja dan debit airnya juga terkadang agak surut. Walaupun demikian air terjun ini tetap memiliki pesona keindahannya untuk menyambut para pengunjung yang datang.

Untuk mendatangi air terjun ini tidaklah terlalu sulit untuk dicapai karena letaknya berdekatan dengan sebuah situs makam Sunan Cirebon atau lebih dikenal dengan Pesarean Giriloyo serta desa sentra batik tulis Wukirsari.

Bila kita dari arah kota Jogja langsung saja menuju ke Terminal Bus Giwangan – Selanjutnya susuri jalan Imogiri Timur hingga melewati jembatan Kali Opak (Jembatan Karang Semut). Setelah melewati jembatan ini pelankan laju kendaraan karena selanjutnya harus belok kiri pada belokan kedua yang ada tanda arah Makam Giriloyo.

Selanjutnya tak seberapa jauh akan menemui sebuah gerbang Desa Wisata Wukirsari. Mulai dari gerbang ini kita akan disambut pemandangan alam yang indah dan mulai terasa aroma petualangannya. Dari gerbang ini lurus saja sampai menjumpai sebuah percabangan jalan berbentuk Y. Ambil jalan yang kanan terus hingga sampai di desa sentra batik tulis Wukirsari.

Dari sini jalan mulai sedikit menanjak hingga menemui komplek Makam Giriloyo, ambil jalan ke kanan hingga mentok penghujung jalan. Di sini kita bisa memarkir kendaraan ke rumah penduduk dan melanjutkan penjelajahan dengan berjalan kaki melewati jalan setapak yang cukup terjal hingga mencapai lokasi air terjun.

 

Sumber: Sobo Ndeso dan Besti Kusumawati

Posted in: Wisata